Selasa, 28 Desember 2010

Inilah 2 PRESIDEN RI Yang Tidak Anda Ketahui

    MUNGKIN masih banyak dari kalian yang beranggapan bahwa Indonesia hingga saat ini baru dipimpin oleh enam presiden, yaitu Soekarno, Soeharto, B.J. Habibie, K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarnoputri, dan kini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun hal itu ternyata keliru. Indonesia, menurut catatan sejarah, hingga saat ini sebenarnya sudah dipimpin oleh delapan presiden. Lho, kok bisa? Lalu siapa dua orang lagi yang pernah memimpin Indonesia?

    Dua tokoh yang terlewat itu adalah Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat. Keduanya tidak disebut, bisa karena alpa, tetapi mungkin juga disengaja. Sjafruddin Prawiranegara adalah Pemimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) ketika Presiden Soekarno dan Moh. Hatta ditangkap Belanda pada awal agresi militer kedua, sedangkan Mr. Assaat adalah Presiden RI saat republik ini menjadi bagian dari Republik Indonesia Serikat (1949).
  
sumber : daftar pustaka.com 

Obat Kanker Paling Ampuh


Selama ini kita tahu bahwa kanker hanya bisa diobati dengan terapi kemo. Namun tampaknya persepsi ini harus dihapus dan dibuang sejauh-jauhnya. Kenapa? Karena sebenarnya ada obat alami untuk membunuh sel kanker yang kekuatannya SEPULUH RIBU KALI LIPAT lebih ampuh dibanding terapi kemo. Obat alami ini adalah buah yang familiar dengan orang Indonesia.

Tapi kenapa kita tidak tahu?
Karena salah satu perusahaan Dunia merahasiakan penemuan riset mengenai hal ini serapat-rapatnya, mereka ingin dana riset yang di keluarkan sangat besar, selama bertahun-tahun, dapat kembali lebih dulu plus keuntungan berlimpah dengan cara membuat pohon Graviola Sintetis sebagai bahan baku obat dan obatnya di jual ke pasar dunia…

Memprihatinkan, beberapa orang meninggal sia-sia, mengenaskan, karena keganasan kanker, sedangkan perusahaan raksasa, pembuat obat dengan omzet milyaran dollar menutup rapat-rapat rahasia keajaiban pohon graviola ini.

Pohonnya rendah, di brazil dinamai “Graviola”, di Spanyol “Guanabana” bahasa inggrisnya “soursop”. Di Indonesia, ya buah sirsak. Buahnya berduri lunak, daging buah berwarna putih, rasanya manis-manis kecut/asam, dimakan dengan cara membuka kulitnya atau di buat jus.

Khasiat dari buah sirsak ini memberikan effek anti tumor/kanker yang sangat kuat, dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker. Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri, anti jamur (fungi), efektif melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali system syaraf yang kurang baik.

Salah satu contoh betapa pentingnya keberadaan Health Science Institute bagi orang-orang amerika adalah institute ini membuka tabir rahasia buah ajaib ini. Fakta yang mencengangkan adalah : jauh dipedalaman hutan amazon, tumbuh “pohon ajaib”, yang akan merubah cara berpikir anda, dokter anda, dan dunia mengenai proses penyembuhan kanker dan harapan untuk bertahan hidup. Tidak ada yang bisa menjanjikan lebih dari hal ini, untuk masa-masa yang akan datang.

Riset membuktikan
“pohon ajaib”
dan buahnya ini bisa :
• Menyerang sel kanker dengan aman dan efektif secara alami, Tanpa rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.
• Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.
• Pasien merasakan lebih kuat, lebih sehat selama proses perawatan / penyembuhan.
• Energi meningkat dan penampilan fisik membaik.

Sumber berita sangat mengejutkan ini berasal dari salah satu pabrik obat terbesar di Amerika. Buah Graviola di-test di lebih dari 20 Laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai beberapa tahun berikutnya. Hasil test dari ekstrak ( sari ) buah ini adalah
• Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, diantaranya kanker : Usus Besar, Payu Dara, Prostat, Paru-paru, dan Pankreas.
• Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan Adriamicin dan Terapi Kemo yang biasa di gunakan.
• Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selektif hanya memburu dan membunuh sel-sel jahat dan TIDAK membahayakan/ membunuh sel-sel sehat.

Riset telah di lakukan secara ekstensive pada pohon “ajaib” ini, selama bertahun-tahun tapi kenapa kita tidak tahu apa-apa mengenai hal ini ? jawabnya adalah : begitu mudah kesehatan kita, kehidupan kita, dikendalikan oleh yang memiliki uang dan kekuasaan.

Salah satu perusahaan obat terbesar di Amerika dengan omzet milyaran dollar melakukan riset luar biasa pada pohon Graviola yang tumbuh dihutan Amazon ini. Ternyata beberapa bagian dari pohon ini : Kulit kayu, akar, daun, daging buah dan bijinya, selama berabad-abad menjadi obat bagi suku Indian di Amerika selatan untuk menyembuhkan : sakit jantung, asma, masalah liver (hati) dan reumatik. Dengan bukti-bukti ilmiah yang minim, perusahaan mengucurkan dana dan sumber daya manusia yang sangat besar guna melakukan riset dan aneka test. Hasilnya sangat mencengangkan. Graviola secara ilmiah terbukti sebagai mesin pembunuh sel kanker.

Tapi… kisah Graviola hampir berakhir disini. Kenapa?

Dibawah undang-undang federal, sumber bahan alami untuk obat DILARANG / TIDAK BISA dipatenkan.

Perusahaan menghadapi masalah besar, berusaha sekuat tenaga dengan biaya sangat besar untuk membuat sinthesa/cloning dari Graviola ini agar bisa di patenkan sehingga dana yang di keluarkan untuk riset dan aneka test bisa kembali, dan bahkan meraup keuntungan besar. Tapi usaha ini tidak berhasil. Graviola tidak bisa di-kloning. Perusahaan gigt jari setelah mengeluarkan dana milyaran dollar untuk riset dan aneka test.

Ketika mimpi untuk mendapatkan keuntungan lebih besar ber-angsur-angsur memudar, kegiatan riset dan test juga berhenti. Lebih parah lagi, perusahaan menutup proyek ini dan memutuskan untuk TIDAK mempublikasikan hasil riset ini.

Beruntunglah, ada salah seorang Ilmuwan dari team riset tidak tega melihat kekejaman ini terjadi. Dengan mengorbankan karirnya, dia menghubungi sebuah perusahaan yang biasa mengupulkan bahan-bahan alami dari hutan amazon untuk pembuatan obat.

Ketika para pakar risetdari Health Science Institute mendengar berita keajaiban Graviola, mereka mulai melakukan riset. Hasilnya sangat mengejutkan. Graviola terbukti sebagai pohon pembunuh sel kanker yang efektif.

The National Cancer InstD

Sejak 1976, Graviola telah terbukti sebagai pembunuh selitute mulai melakukan riset ilmiah yang pertama pada tahun 1976. hasilnya membuktikan bahwa daun dan batang kayu Graviola mampu menyerang dan menghancurkan sel-sel jahat kanker. Sayangnya hasil ini hanya untuk keperluan intern dan tidak di publikasikan.%0 kanker yang luar biasa pada uji coba yang di lakukan leh 20 Laboratorium Independence yang berbeda.

Suatu studi yang di publikasikan oleh The Journal of Natural Products meyatakan bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic University di korea selatan, menyebutkan bahwa salah satu unsure kimia yang terkandung di dalam Graviola, mampu memilih, membedakan dan membunuh sel kanker Usus Besar dengan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan adriamicin dan Terapi Kemo.

Penemuan yang paling mencolok dari study Catholic University ini adalah : Graviola bisa menyeleksi memilih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak tersentuh/terganggu . Graviola tidak seperti terapi kemo yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat, maka sel-sel reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh terapi kemo, sehingga timbul efek negatif : rasa mual dan rambut rontok.

Sebuah studi di Purdue University membuktikan bahwa daun Graviola mampu membunuh sel kanker secara efektif, terutama sel kanker : prostate, pancreas, dan Paru-paru.

Setelah selama kurang lebih dari 7 tahun tidak ada berita mengenai Graviola, akhirnya berita keajaiban ini pecah juga, melalui informasi dari lembaga-lembaga tersebut di atas.

Pasokan terbatas ekstrak Graviola yang di budidayakan dan di panen oleh orang-orang pribumi Brazil, kini bisa di peroleh di Amerika.

Sirsak mempunyai manfaat yang sangat besar dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit kanker.

Untuk pencegahan:
disarankan makan atau minum jus buah sirsak.
Untuk penyembuhan:
- 10 buah daun sirsak yang sudah tua (warna hijau tua) dicampur ke dalam 3 gelas air dan direbus terus hingga menguap
dan air tinggal 1 gelas saja.
- Air yang tinggal 1 gelas diminumkan ke penderita setiap hari 2 kali.
- Setelah minum, efeknya katanya badan terasa panas, mirip dengan efek kemoterapi.

Dalam waktu 2 minggu, hasilnya bisa dicek ke dokter, katanya cukup berkhasiat.
Daun sirsak ini katanya sifatnya seperti kemoterapi,
bahkan lebih hebat lagi karena daun sirsak hanya membunuh sel sel yang tumbuh abnormal
dan membiarkan sel sel yang tumbuh normal.

Sedangkan kemoterapi masih ada efek membunuh juga sebagian sel sel yang normal.

Sekarang anda tahu manfaat buah sirsak yang luar biasa ini. Rasanya manis-manis kecut menyegarkan. Buah alami 100% tanpa efek samping apapun.Sebar luaskan kabar baik ini kepada keluarga, saudara, sahabat,dan teman yang anda kasihi ya gan

Kisah lengkap tentang Graviola, dimana memperolehnya, dan bagaimana cara memanfaatkannya, dapat di jumpai dalam Beyond Chemotherapy : New Cancer Killers, Safe as Mother’s Milk, sebagai free special bonus terbitan Health Science Institute.

Sumber : Dunia Pustaka.com

Tips agar berhenti mendengkur atau ngorok

Pada beberapa orang mungkin pernah mengalami masalah saat tidur yaitu mendengkur alias Ngorok merupakan gangguan yang sudah umum terjadi. Hal ini biasanya sangat mengganggu, terlebih pada orang yang sudah memiliki pasangan. Bagaimana cara menghentikan ngorok?

Mendengkur sudah sangat umum terjadi di masyarakat. Mendengkur biasanya mengeluarkan suara serak, mendesis, mendengus saat bernapas selama tidur.

Berikut 9 cara menghentikan ngorok:

a. Tidur menyamping
Orang akan cenderung mendengkur ketika tidur telentang (kepala menghadap atas), sedangkan tidur tengkurap (kepala menghadap bawah) akan membuat leher dan napas tersiksa selama tidur. Cobalah untuk tidur menyamping untuk menghetikan ngorok.

b. Kurangi berat badan
Kelebihan berat badan terutama di bagian leher, akan memberikan tekanan pada sistem pernapasan, yang menyebabkan pengurangan parsial dan ngorok saat tidur.

c. Hindari alkohol dan obat tidur
Alkohol dan obat tidur dapat menekan sistem saraf pusat dan relaksasi otot-otot leher dan rahang, yang membuat orang lebih mungkin mendengkur. Kedua zat ini juga dikenal menyebabkan gangguan tidur sleep apnea, yaitu kondisi berbahaya yang dikaitkan dengan penyakit
jantung.

d. Segera obati alergi
Alergi pernapasan kronis dapat menyebabkan mendengkur dengan memaksa penderita untuk bernapas melalui mulut selama tidur. Mengambil antihistamin sebelum tidur dapat membantu.

e. Menggunakan penyegar mulut
Dokter atau dokter gigi mungkin akan meresepkan penyegar mulut anti-snoring yang dapat membersihkan mulut sekaligus menjaga otot rahang bawah menjadi lebih longgar.

f. Berhenti merokok
Merokok dapat membahayakan sistem pernapasan yang akhirnya dapat membuat orang mendengkur.

g. Tidur teratur
Tidur cukup serta tidur dan bangun secara teratur dapat menghentikan kebiasaan ngorok.

h. Meninggikan kepala
Tidur dengan kepala ditinggikan mungkin akan melepaskan beberapa tekanan pada sistem pernapasan, sehingga bernapas terasa lebih mudah. Angkat kepala tempat tidur dengan menempatkan balok kayu di bawah tempat tidur atau menopang tubuh bagian atas dengan bantal (bukan hanya kepala, karena itu justru bisa menghambat pernapasan).

i. Konsultasi ke dokter bila Anda sedang hamil dan mendengkur
Terkadang, beberapa wanita hamil mendengkur. Mendengkur dapat terjadi karena berat badan meningkat dan perubahan hormon kehamilan menyebabkan otot-otot rileks. Apa pun penyebabnya, mendengkur selama kehamilan dapat mengurangi jatah oksigen untuk bayi. Segera konsultasi ke dokter bila mengalami hal ini.

sumber : daftar pustaka.com

Kamis, 18 November 2010

Inflasi 2010 Bisa Tujuh Persen

Laju inflasi tahun 2010 diperkirakan bisa mendekati tujuh persen. Laju inflasi yang cepat disumbangkan oleh komponen harga yang diatur pemerintah (administered price).

"Proyeksi kami inflasi 2010 adalah 6,7 persen. Bahkan Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi 2010 sebesar 7,5 persen.

Perkiraan percepatan laju inflasi juga merupakan akibat dari perubahan harga-harga yang diatur pemerintah, seiring perubahan pola subsidi," kata ekonom Bank Danamon Helmi Arman di Jakarta, Jumat (30/9).

Pada 2010, pemerintah merencanakan perubahan pola subisidi dari harga menjadi terarah (targetted). Subsidi akan diberikan langsung kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan, tidak lagi dengan intervensi harga.

Dengan potensi tersebut, menurut Helmi, dibutuhkan upaya ekstra dari otoritas fiskal dan otoritas moneter dalam pengelolaan inflasi.

Otoritas fiskal harus mampu menjaga kecukupan pasokan barang dan jasa, sementara otoritas moneter melakukan stabilisasi nilai tukar dan suku bunga.

Menurut Direktur Statistik Harga BPS Sasmito Hadiwibowo, laju inflasi inti yang lebih lebih rendah dari inflasi umum menunjukkan otoritas fiskal dan moneter mampu meredam inflasi agar tidak terlalu tinggi.

"Pada dasarnya, inflasi yang sepantasnya terjadi adalah inflasi inti. Inflasi inti tidak mudah berubah seiring pergerakan harga barang dan jasa, dan cenderung bersifat permanen," kata Sasmito.

Saat inflasi inti lebih tinggi dibanding inflasi umum, lanjut Sasmito, maka pasti ada ada komponen yang menarik inflasi ke bawah. "Dalam hal ini, komponen tersebut adalah administered price (barang dengan harga diatur pemerintah)," ujar dia.

Inflasi inti adalah inflasi komoditas yang perkembangan harganya dipengaruhi oleh faktor-faktor fundamental, seperti ekspektasi inflasi, nilai tukar, serta keseimbangan permintaan dan penawaran agregat. Ini akan berdampak pada perubahan harga-harga secara umum dan lebih bersifat permanen.

Saat inflasi inti stabil, maka pergerakan harga secara umum dapat dikatakan terjaga.

"Laju inflasi inti yang relatif stabil memang bagus. Namun, inflasi inti yang masih cukup tinggi memberikan gambaran adanya tekanan inflasi di masa mendatang," kata Helmi.

Inflasi inti, lanjut Helmi, menunjukkan faktor fundamental, yang bersifat permanen. "Dampak inflasi inti yang tinggi saat ini menjadi basis adanya potensi tekanan inflasi yang dapat dirasakan tahun depan," kata dia.


Meredam Harga

Pada Agustus, laju inflasi administered price secara tahunan adalah -5,73 persen. "Artinya, pemerintah mampu meredam kenaikan harga sehingga inflasi lebih rendah dari yang sepantasnya," ujar Sasmita.

Pengelolaan inflasi selama September dinilai cukup baik, karena komponen inflasi inti stabil.

"Inflasi inti pada September relatif stabil, yaitu 4,86 persen secara year on year. Pada Agustus, inflasi inti year on year adalah 4,84 persen," kata Helmi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan enggan untuk menilai kinerja pengelolaan inflasi September. "Ada hal yang di luar perhitungan yang terjadi pada September," ujar dia.

Selama ini, lanjut Rusman, kinerja pengelolaan inflasi selalu dinilai dari harga bahan-bahan pokok, terutama makanan.

"Namun pada September, inflasi juga disumbangkan oleh kenaikan harga pada kelompok transportasi, yang sebelumnya tidak diperhatikan dalam menilai kinerja pengelolaan inflasi," kata dia.

Inflasi untuk bahan pokok sendiri, tambah Rusman, dalam dua bulan terakhir memang cukup cepat.

"Begitu juga inflasi umum. Namun, ada excuse karena kita sudah terbiasa dengan inflasi yang rendah sejak awal tahun," kata dia.

Salah satu barang administered price yang sangat memengaruhi inflasi adalah bahan bakar minyak (BBM). Kenaikan harga BBM selalu diikuti dengan percepatan laju inflasi.

Pada 2008, laju inflasi mencapai 11,04 persen akibat kenaikan harga BBM pada akhir Mei. Dalam RAPBN 2010, pemerintah mengajukan besaran anggaran subsidi BBM sebesar 59 triliun rupiah. Meningkat dibandingkan alokasi pada 2009, yaitu 54 triliun rupiah. 


komentar : dari tahun ke tahun laju inflasi di Indonesia terus meningkat, itu disebabkan oleh berbagai macam keadaan yang ada di Indonesia seperti kenaikan BBM,kenaikan harga pada kelompok transportasi dan banyak lagi.

Potensi Kenaikan BBM Dorong Laju Inflasi 2010

Bank Indonesia (BI)memperkirakan inflasi tahun 2010 akan lebih tinggi dari tahun 2009 terkait dengan potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji akibat mulai naiknya harga minyak dunia.

Hal ini dikemukakan oleh peneliti Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Rudy Hutabarat di sela Musyawarah Penanaman Modal di Hotel Nikko, Jakarta, Kamis (6/8/2009).
"Pasca pemilu biasanya diikuti kenaikan BBM dan elpiji, itu bisa mendorong inflasi," ujarnya.

Menurutnya, harga jual BBM bersubsidi masih berpotensi meningkat seiring dengan kenaikan harga minyak dunia yang mencapai US$ 70 per barel. Sama halnya dengan harga jual elpiji tabung 12 kg yang saat ini dijual pada harga Rp 5.000 per kg sedangkan harga keekonomiannya berada di sekitar Rp 7.000 per kg.

Kenaikan Elpiji

Rudy juga mengatakan, BI memperkirakan kenaikan harga elpiji tahun 2010 bisa menyumbang inflasi sebesar 0,28-0,55%.

"Untuk mendekati harga keekonomiannya, potensi kenaikan elpiji 12 kg diperkirakan sekitar 13-26% sehingga akan memberikan sumbangan sebesar 0,28-0,55% inflasi," katanya.

Menurutnya pada bulan Juli 2008 PT Pertamina sempat mengusulkan kenaikan harga elpiji 12 kg setiap bulannya untuk disesuaikan dengan harga keekonomiannya, namun usulan tersebut dibatalkan oleh pemerintah.

"Dengan ini potensi kenaikannya cukup besar, terkait dengan harga jual elpiji 12 kg dan industri internasional yang cukup tinggi," katanya.

Ia menambahkan, dampak kenaikan elpiji terhadap inflasi tersebut sudah mempertimbangkan meningkatnya bobot elpiji dalam indeks harga konsumen. Bobot elpiji di tahun 2010-2012 akan meningkat sehingga terus memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap inflasi.

Sementara, kenaikan harga minyak tanah akibat masih adanya permintaan di tengah pengurangan pasokan diperkirakan tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap inflasi.   
sumber : (kilasberita.com/asd/dtc)

komentar : menurut saya,seharusnya pemerintah tidak menaikkan harga elpiji,apabila dinaikkan maka akan memicu kenaikan innflasi yang lebih tinggi. Untuk itu pemerintah harus mempertimbangkan lagi apabila untuk menaikkan harga elpiji apabila tidak ingin inflasi meningkat.

Inflasi Indonesia Diperkirakan Capai 6% oleh Kenaikan TDL dan Jelang Puasa-Lebaran




Inflasi di Indonesia untuk tahun 2010 ini diharapkan akan berada di atas level 6%. Memang Bank Indonesia sendiri telah menetapkan target inflasi pada kisaran 4 – 6% untuk tahun 2010 ini. Akan teatpi para analis memandang tercapainya inflasi di bawah 6% membutuhkan kerja ekstra keras dan kurang mencerminkan kondisi riil saat ini. (28/07)

Pada tahun 2009 lalu Bank Dunia memperkirakan bahwa tingkat inflasi di Indonesia pada tahun 2010 hanya akan mencapai level 5.4%, setelah pada tahun 2009 realisasi inflasi berada pada posisi 2.9%. Akan tetapi seiring dengan adanya kebijakan kenaikan tariff dasar listrik (TDL), tampaknya pemerintah harus terpaksa mengakui bahwa tingkat inflasi tersebut sulit untuk dicapai.

Tekanan Inflasi di Semester II Naik Imbas Kenaikan TDL dan Hari Raya
Kenaikan TDL yang secara resmi diberlakukan pada tanggal 1 Juli lalu telah menuai banyak pro dan kontra. Langkah pemerintah untuk mengurangi beban subsidi tampak ditanggapi dingin oleh masyarakat luas, baik pengguna perorangan maupun pengguna industri. Tujuan kenaikan TDL ini dimaksudkan untuk mengendalikan besaran subsidi listrik yang mencapai Rp 55.1 trilyun pada tahun 2010.

Pemerintah menyatakan bahwa kenaikan TDL sebesar rata-rata 10% mulai tanggal 1 Juli relative tidak terlalu berpengaruh terhadap inflasi. Bank Indonesia juga memperkirakan rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik (TDL) mulai awal Juli 2010, tidak banyak mempengaruhi inflasi.

Menurut Deputi Gubernur BI, S.Budi Rochadi, jika TDL hanya dinaikkan untuk pelanggan golongan daya di atas 900 VA, inflasi hanya akan mengalami kenaikan sebesar 0.2%. Akan tetapi jika dinaikan secara keseluruhan, semua pelanggan dengan semua daya, maka diperkirakan inflasi naik sekitar 0.4%.

Di lain pihak masyarakat merasa di beratkan akibat kenaikan TDL ini. Menurut mereka kenaikan TDL akan memicu kenaikan kebutuhan pokok lain, sehingga meskipun porsi listrik terhadap perhitungan inflasi kecil, kenaikan harga barang pokok akibat efek domino kenaikan TDL akan menjadikan inflasi yang cukup besar.

Ekonom Indef, Ahmad Erani Yustika mengatakan, pemerintah akan kesulitan mengendalikan laju inflasi dan ekspektasi masyarakat menyusul kenaikan TDL. Menurutnya yang tidak bisa dikontrol pemerintah itu, pemerintah manapun di dunia ini, adalah ekspektasi. Dan itu dalam jumlah yang signifikan.

Dalam simulasi sederhana, kenaikan TDL sebesar 10-15% itu hanya akan menaikkan inflasi sebesar 0.25%. Tapi yang tidak bisa diisolasi pemerintah itu adalah ekspektasi masyarakat dan dampaknya di sektor-sektor lain seperti bahan makanan.

Di samping kenaikan TDL yang ditegaskan memberatkan, dampak ini juga lebih terasa karena waktu penetapan kenaikan TDL ini bertepatan dengan jelang puasa. Seperti yang lazim terjadi, kenaikan bahan kebutuhan pokok jelang puasa dan lebaran merupakan sesuatu yang pasti. Kondisi ini tentunya akan menambah beban ekspektasi inflasi di tingkat masyarakat.

Inflasi 6% Bukan Masalah Heboh
Akan tetapi menurut ekonom M. Chatib Basri dari Universitas Indonesia, peningkatan laju inflasi hingga 6,0% bukan merupakan masalah serius yang harus dikhawatirkan karena dalam sejarah inflasi Indonesia biasanya selalu mencapai kisaran 8-9%,
dan salah satu yang bisa menahan laju inflasi adalah adanya apresiasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

"Karena impor dalam dolar, kalau murah kemudian harga di dalam negeri juga lebih rendah sehingga inflasi juga lebih rendah, APBN 2010 menetapkan asumsi inflasi selama 2010 sebesar 5,0% namun kemudian dalam RAPBNP 2010, pemerintah menaikan asumsi inflasi menjadi 5,7%,” ujarnya.
sumber : www.vibiznews.com
menurut saya.ternyata kenaikan dapat memicu kenaikan inflasi dan harga kebutuhan pokok juga naik. dan apabila TDL akan di naikkan maka akan menyebabkan menahan laju inflasi dengan adanya apreeiasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

Rabu, 17 November 2010

Bank Dunia: Laju Inflasi Indonesia Terendah Dibanding Negara Tetangga

Laju inflasi Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan yang dialami oleh negara-negara tetangga sejak petengahan 2009. Hal ini disampaikan Lead Economist World Bank’s Jakarta Shubham Chaudri dalam seminar bertajuk “Indonesian Economic Quarterly Report” yang digelar di Gedung Energy, Jakarta, pada Rabu (17/06) .
Shubham pun memaparkan beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya inflasi di Indonesia. Solidnya pengaturan harga energi yang diberlakukan oleh Pemerintah Indonesia, diakui Shubham membuat harga konsumen Indonesia tidak terpengaruh oleh melambungnya harga energi dunia pada awal tahun 2009. Selain itu, faktor pemulihan nilai tukar Rupiah yang relatif stabil juga turut memiliki andil besar dalam menekan laju inflasi.
Namun, Shubham juga menjabarkan beberapa faktor yang berpotensi akan melambungkan inflasi Indonesia jelang tahun 2011. “Naiknya harga komoditas yang disebabkan oleh tingginya demand, nampaknya akan menjadi penyebab utama,” papar Shubham. Faktor lain yang turut mendorong laju inflasi yaitu naiknya tarif dasar listrik sebesar 10%. Seperti diketahui, pemerintah berencana akan mulai memberlakukan tarif dasar listrik yang baru mulai bulan Juli mendatang.(uno)
sumber: www.depkeu.go.id 

komentar : menurut saya,penyebab inflasi meningkat dikarenakan berbagai rmacam rencana pemerintah Indonesia sepert menaikkan tarif dasar listrik