Rabu, 11 April 2012

Fakta & Mitos : Bagaimana Flu Dapat Menular?

Jangan terburu-buru menjadi paranoid akan tertular flu. Berikut adalah faktor & mitos penting seputar flu yang perlu Anda ketahui.

MItos : Buang sikat gigi lama setelah flu
Fakta : Tidak
Menurut ahli dari Cleveland Clinic, AS, virus yang menyerang Anda sebelumnya, tidak akan membuat Anda sakit lagi. Sebab, tubuh sudah menciptakan antibody untuk melindungi Anda dari virus tersebut. Jadi tidak perlu terburu-buru untuk membuang sikat gigi Anda setelah sembuh dari flu atau batuk. Sikat gigi wajib diganti hanya ketika ujung-ujung sikatnya mulai rusak atau tanda biru pada bulunya mulai memudar.

Mitos : Ciuman = tertular flu
Fakta : Belum tentu
Sebuah penelitian yand dimuat dalam Journal of Infectious Disease ditemukan bahwa hanya 8% orang yang terinfeksi setelah berciuman dengan pasangannya yang sedang mengidap flu. Faktanya, sebagian besar infeksi virus masuk justru melalui hidung dan mata.

Mitos : Flu tertular dari kamar hotel
Fakta : benar
Faktanya penelitian dari University of School of Medicine, AS, menemukan bahwa 30% dari kamar hotel yang ditiduri oleh pengidap sakit flu ternyata masih dipenuhi oleh virus, bahkan hingga sehari setelah orang tersebut meninggalkan kamar itu. Jadi untuk berjaga-jaga agar Anda terhindar dari flu, ada baiknya ketika ingin menginap di sebuah kamar hotel bersihkan dahulu gagang pintu, remote control, saklar lampu dengan tissue basah antibakteri atau hand sanitizer.

Apapun mitos dan fakta seputar flu, yang terpenting adalah tetap waspada dan selalu menjaga daya tahan tubuh Anda.

Tips Sehat : Cemilan Anti Gemuk

Bersantai di akhir pekan tidak lengkap tanpa cemilan. Sayangnya Anda terjebak dengan stigma "ngemil = gemuk". Mulai sekarang, abaikan anggapan tersebut, dan perhatikan tips mengemil yang sehat di bawah ini:

Pilihlah menu cemilan yang sehat seperti buah, sayuran, kacang almond, atau yoghurt. Jenis-jenis camilan ini tidak akan membuat badan Anda bertambah gemuk dan justru membuat Anda lebih sehat.

Pizza, keripik, cheese cake, french fries, dan sebagainya, sah-sah saja dikonsumsi asal tidak berlebihan dan Anda pun harus mengurangi porsi makan utama. Misalnya dengan mengganti menu makan utama dengan semangkuk sayur tanpa nasi.

Pilih produk cemilan berupa produk diet rendah kalori dan kaya kalsium sangat disarankan. Namun tetap waspada dengan semua produk yang telah banyak beredar di pasaran ini, terlalu banyak mengkonsumsinya pun akan berujung pada kegemukan.

Jangan pernah menunda jam makan utama Anda hanya karena alasan masih terlalu kenyang akibat cemilan. Hal ini akan membuat perut Anda tidak disiplin, mengubah waktu makan dan justru akan membuat Anda menjadi lebih gemuk.

sumber : lovelytoday.com

Fashion Trend : Best 5 Stylish Colors

Jika tahun lalu sempat diwarnai oleh beragam deretan warna warni pakaian yang berani dan tajam, seperti shocking pink, electric blue, dan sebagainya, bersiaplah untuk sesuatu yang sedikit berbeda di tahun ini.

Berpakaianlah layaknya permen berjalan dengan warna warni pastel di setiap sentuhan gaya Anda. Namun, warna warni dengan tone lebih lembut seperti pastel lebih digemari di musim ini. Terinspirasi dari koleksi Louis Vuitton S/S 2012 dan Jill Sander, berikut adalah 5 warna pastel yang dapat menjadi referensi untuk menceriakan hari-hari Anda.

Candy Pink
Pakaian dengan sentuhan warna pink muda akan langsung membuat penampilan Anda terlihat girlie. Bermainlah dengan warna ini untuk mendapatkan kesan stylish namun bukan manja. Anda bisa membuatnya terlihat classy dan elegan misalnya dengan memilih gaya pakaian minimalis, rambut ponytail dan aksesoris sederhana.

Lavender
Warna ungu muda juga diramalkan akan digandrungi fashionista di musim ini. Tidak melulu hanya untuk pakaian, tetapi warna ini sangat cantik menjadi aksesoris seperti tas atau sepatu. Jika Anda suka, kenakan rok atau skinny jeans berwarna lavender yang dipadukan dengan loose tops berwarna putih atau krem.

Mint
Hijau mint berkesan segar dan cerah. Cocok untuk segala jenis warna kulit dan dijamin saat Anda memakainya, semua mata akan tertuju pada Anda. pilihannya : clutch bag berwarna mint, atau padankan blus berwarna mint dengan rok warna pastel, tetapi jika Anda berani, tak ada salahnya kenakan pakaian berwarna mint dari kepala hingga ujung kaki.

Peach
Semua orang sah-sah saja mengenakan pakaian berwarna peach atau orange muda di segala suasana. Sebagai tips, padankan dress berwarna peach dengan aksesoris berwarna gold, dan kenakan sepatu high-heels serta make up sederhana untuk acara di malam hari.

Yellow
Warna kuning tidak mungkin salah di musim ini. Anda bisa memadupadankan dengan motif-motif, warna monokromatik atau struktur gaya yang feminin. Misalnya seperti Prada yang mengeluarkan tas kuning muda di musim ini Anda bisa melengkapinya dengan make up dan rok yang cantik.

sumber : lovelytoday.com

Bocah 'Tanpa Wajah', Mukanya Rata Seperti Pakai Topeng

Ningxia, China, Luka bakar hebat membuat wajah bocah asal China tampak mengerikan. Ia dijuluki bocah 'tanpa wajah' karena nyaris mukanya rata seperti mengenakan topeng. Nahasnya lagi, orangtuanya tak punya biaya untuk melakukan operasi plastik.

Bila melihat wajah Wang Xiaopeng (6 tahun), Anda mungkin akan mengira ia menggunakan topeng. Luka bakar yang mengerikan membuat bocah ini tak memiliki rambut, bibir, kelopak mata, jari tangan dan kaki, akibat kecelakaan pada Novemver 2010.

Cedera parah itu membuat sulit bagi Xiaopeng untuk melakukan aktivitas, karena semua jari-jarinya pun harus diamputasi.

Tubuh Xiaopeng habis terbakar setelah ia dengan sengaja membakar beberapa batang jagung dekat rumahnya di Yinchuan, Provinsi Ningxia, China.

Orangtua bergegas membawa Xiaopeng ke Ningxia Medical University General Hospital untuk menyelamatkan nyawanya. Namun, bekas luka bakar yang hebat membuat wajahnya sangat rusak dan orangtua hanya mampu membayar selama tiga bulan untuk pengobatan putra kesayangannya tersebut.

Untuk membayar semua itu, mereka harus menghabiskan tabungan hidup dan menjual rumah serta tanah untuk menutupi tagihannya yang mencapai 150.000 yuan atau setara dengan Rp 218 juta.

Ayahnya Wang Yougiu (32 tahun) hanya memperoleh penghasilan 2.000 yuan (sekitar Rp 2,9 juta) setiap bulan sebagai petani susu, sementara ibunya Zhengwei Xiu (30 tahun) adalah ibu rumah tangga.

"Kami tahu anak yang lebih muda akan mendapatkan hasil cangkok kulit dan bedah kosmetik yang lebih baik. Tapi kami tidak ada uang," jelas ayahnya, Yougiu, seperti dilansir Dailymail, Kamis (12/4/2012).

Xiaopeng kini hanya tinggal di rumah karena teman-teman sekolahnya menolak dan takut melihat penampilan Xiaopeng. Tentu saja hal ini membuat hati orangtuanya remuk.

"Melihat anak saya seperti ini sangat menyakitkan. Ditambah lagi Xiaopeng akan semakin menderita di musim panas, ketika panas dan nyamuk membuat kulitnya yang sensitif semakin terasa sakit," lanjut ayahnya.

Keluarga meminta para dermawan lokal untuk membantu mereka karena diperlukan 300.000 yuan (sekitar Rp 436 juta) untuk membayar tiga operasi yang membantu Xiaopeng bernapas dan memperbaiki penampilannya.

sumber : detik.com

Rabu, 28 Maret 2012

Langkah Ini Bisa Bantu Membersihkan Paru-paru

Jakarta, Hidup di daerah ibu kota memiliki tingkat polusi yang tinggi sehingga bisa mempengaruhi kondisi paru-paru. Namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu membersihkan paru-paru.

Sistem kekebalan tubuh sebenarnya memiliki fungsi tertentu untuk melakukan penyembuhan dan bekerja keras memulihkan kondisi paru-paru yang sudah terpapar oleh berbagai zat yang ada di lingkungan.

Meski begitu ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu melakukan detoksifikasi pada paru-paru, seperti dikutip dari Livestrong, Kamis (29/3/2012) yaitu:

1. Mengurangi stres
Pikiran yang terus menerus stres bisa menciptakan ketidakseimbangan dalam tubuh dan melemahkan sistem kekebalan. Untuk itu cobalah membuat pikiran positif tentang hidup sehingga tubuh menjadi lebih kuat dan mampu untuk detoksifikasi.

2. Olahraga
Olahraga secara teratur sangat baik untuk paru-paru. Cobalah melakukan olahrga jalan kaki selama 30 menit setiap pagi di udara segar. Hal ini tidak hanya membantu memberikan energi untuk tubuh tapi juga memperkuat paru-paru dan memberikan oksigen segar untuk sel paru-paru.

3. Mengonsumsi makanan tertentu
Beberapa makanan tertentu bisa membantu membersihkan paru-paru, salah satunya adalah cabai. Komponen alami dari cabai yang disebut capsaicin ini bisa membantu membuka kapiler sehingga racun keluar dari tubuh melalui keringat.

Selain itu cobalah membatasi konsumsi produk susu karena bisa menyebabkan produksi lendir, dan kurangi makanan olahan. Serta perbanyak minum air putih karena jika tubuh terhidrasi dengan baik maka bisa mengeluarkan racun lebih efisien.

4. Latihan pernapasan
University of Missouri merekomendasikan pernapasan dengan perut bisa memperkuat dan membersihkan paru-paru. Mulailah dengan berbaring terlentang dan tangan diletakkan di atas perut dengan telapak di bagian bawah tulang rusuk. Ambilah napas secara perlahan dan dalam sehingga memungkinkan diafragma memperluas.

Lalu setelah menahan napas sejenak, buanglah napas secara perlahan. Lakukan latihan ini selama 5 menit sambil berbaring santai dan mata tertutup. Hal ini dilakukan untuk menarik oksigen ke bagian bawah paru-paru.

5. Melakukan yoga
Yoga dirancang khusus untuk membantu tubuh dalam melepaskan racun dari otot dan organ. Melakukan yoga pernapasan selama 15-30 menit setiap hari bisa membantu menghilangkan racun di paru-paru.
sumber : detik.com

Cukup 2 Detik Melirik Warna Hijau Bikin Orang Lebih Kreatif

Jakarta, Bagi orang-orang yang dituntut untuk selalu berpikir kreatif, sangat dianjurkan untuk mendekor ruangannya dengan warna hijau. Menurut ahli psikologi, kreativitas bisa meningkat hanya dengan sekilas memandangi warna hijau selama 2 detik.

Efek yang dikenal juga dengan istilah green-effect ini dibuktikan dalam penelitian Prof Stephanie Lichtenfeld, seorang ahli psikologi dari Ludwig-Maximilians-University. Penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam buletin Personality and Social Psychology.

Dalam penelitiannya, Prof Lichtenfeld melibatkan 69 orang partisipan dengan perbandingan yang kurang lebih merata antara laki-laki dan perempuan. Tugas para partisipan sangat sederhana, yakni menulis sebuah karangan yang menunjukkan tingkat kreativitasnya.

Selama mengerjakan tugas, para partisipan diperlihatkan secara sepintas obyek-obyek dengan warna yang berbeda untuk tiap partisipan. Sebagian melihat obyek berwarna hijau, sedangkan yang lain ada yang putih merah dan yang lain tetapi sama-sama hanya melihatnya secara sepintas yakni selama 2 detik.

Hasil pengamatan menunjukkan, partisipan yang melihat obyek berwarna hijau cenderung menulis karangannya dengan lebih kreatif dibandingkan partisipan yang melihat warna lain. Prof Lichtenfeld menyimpulkan, efek ini terjadi karena pengaruh warna hijau yang disebutnya green effect.

Menurut Prof Lichtenfeld, warna hijau adalah warna tumbuh-tumbuhan sehingga tanpa disadari bisa merangsang persepsi tertentu soal pertumbuhan. Bukan hanya pertumbuhan fisik, tetapi juga pertumbuhan psikologis termasuk dalam berpikir kreatif.

Berbagai penelitian sebelumnya memang menunjukkan bahwa warna bisa mempengaruhi kejiwaan, misalnya merah bisa membangkitkan gairah seksual. Meski demikian, Prof Lichtenfeld tidak ingin serta merta menyarankan agar orang melihat warna hijau hanya untuk membuat pikirannya jadi lebih kreatif.

"Efeknya sangat halus. Kalau dengan sengaja melihat warna hijau supaya lebih kreatif, itu masih dipertanyakan," kata Prof Lichtenfeld seperti dikutip dari MSNBC.

sumber : detik.com

Sikat Gigi Saja Tak Cukup, Gigi Perlu Diolesi Pasta Gigi

Jakarta, Anjuran perawatan gigi biasanya cukup dengan menyikat gigi sebanyak 2 kali sehari. Namun itu saja tidak cukup, agar perlindungannya optimal maka seorang ilmuwan menyarankan gigi juga perlu diolesi pasta gigi tanpa disikat dan dibilas.

Tujuannya adalah mendapatkan efek perlindungan yang maksimal dari fluoride dalam pasta gigi. Jika dioleskan langsung dengan jari lalu tidak dibilas, maka perlindungannya bisa 400 persen lebih tinggi dibandingkan hanya menyikatnya seperti biasa.

Sekelompok peneliti dari University of Gothenburg di Swedia membuktikan, kebiasaan mengoleskan pasta gigi langsung ke gigi dan gusi juga bisa mencegah pengeroposan dan gigi berlubang. Pasalnya giginya menjadi lebih kuat karena dilindungi fluoride.

Untuk membuktikannya, tim yang dipimpin oleh Dr Anna Nordstrom tersebut melakukan eksperimen terhadap 16 relawan. Frekuensi sikat giginya diamati, lalu dibandingkan dengan sebagian partisipan yang juga terbiasa mengoleskan pasta gigi di waktu-waktu tertentu misalnya sesudah makan.

"Mengoleskan pasta gigi ke bagian depan gigi Anda bisa menjadi cara mudah untuk memberikan perlindungan fluoride sepanjang hari. Tapi ini tidak menggantikan kebiasaan menyikat gigi, ini hanya pelengkap saja," kata Dr Nordstrom seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (28/3/2012).

Fluoride adalah mineral alami yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat tulang dan gigi, sehingga tidak mudah keropos dimakan bakteri atau kuman lain. Gigi yang dilindungi fluoride tidak mudah berlubang, karena lapisan enamelnya menjadi lebih keras.

Mineral ini bisa ditemukan dalam air minum sehari-hari, namun di beberapa wilayah kadarnya berbeda. Di Inggris misalnya, hanya 10 persen air minum yang sudah diperkaya dengan fluoride sedangkan di Amerika Serikat sudah 60 persen yang diperkaya fluoride.

sumber : detik.com